Harusnya sekarang makin clear sih
Paha gochujang juicy resto bintang lima
Ataupun dada garing secuil pinggir jalan
Semua sama-sama laku
Manusia punya perut, lidah, mulut
Gak ada yang gak laper
Seberapa tinggi pun level/kelas mereka
Seberapa sering pun seseorang makan
Pasti tergiur juga kalo normal
Bedanya ada yang keterlaluan ngoceh mulu
Pertanyaannya kenapa dijual bebas?
Tulisan ini dibuat menggunakan bantuan AI berdasarkan pengetahuan dan diskusi yang tersebar secara umum. Tidak kami verifikasi dengan menyisir akun sosial media atau mengakses situs terlarang.
Seiring zaman bergulir, omong kosong ini semakin jelas
Bukan hanya saat selebriti cakep kelas dunia bersolek anggun, berpose menggoda, merayu mesra nan mendesah manja, telanjang bulat, atau "memperagakan" adegan bersetubuh di pornografi berkedok seni
Bahkan khalayak biasa seperti kita pun jika show skin sedikit, senyum rada genit, gaya agak nakal, joget viral tiktok, baju semi haram, dipajang di foto profil mungil sekalipun
Yakin tetep ada yang kepancing gairahnya
Toh manusia yang sehat fisik dan mentalnya dibekali sistem limbik yang peka, sirkuit dopamin, dorongan hormon, insting evolusioner, juga norma dan kultur yang membentuk persepsi ketertarikannya
Dengan kelengkapan biologis dan psikologis seperti itu, justru disfungsi jika ada pemicu tapi tubuhnya tidak bereaksi. Aksi setelahnya lah yang membedakan, antara mengalihkan perhatian, menyapa PDKT, atau dilampiaskan dengan caranya sendiri
Nyatanya kategori pornografi dan pornoaksi seiring waktu semakin meresahkan. Tidak cukup mengeksploitasi hasrat dasar, hubungan antar lawan jenis bertubuh ideal yang tentu saja akan merangsang siapa pun yang berorgan reproduksi normal, setinggi apa pun level pendidikan atau agamanya
Lahir pula fantasi dan fetisisme;
Kaki, Leher, Telinga, dsb
Mengintip atau Mengintai
Anatomi Hyperseksual, Tidak Proporsional
Objektifikasi Ras, Etnis, Agama, Budaya
Obsesi Karakter Fiksi
Profesi, Jabatan, Seragam
Kontrol, Kekuasaan, Pemerasan
Pesta Seks Massal
Dominasi dan Penyiksaan Konsensual
Ejakulasi ke Foto Target Berkedok Tribute untuk Idola
Konten Intim sebagai Ancaman / Balas Dendam
Obsesi Sesama Jenis dan Biseksual
Transgender dan Kelamin Ganda
Hubungan sesama Saudara, Tiri maupun Sedarah, hingga Orang Tua
Termasuk Orang Tua, Lanjut Usia
Manipulasi Visual, Deepfake, Tanpa Izin
Pasangan Berselingkuh, Disetubuhi di Depan Mata
Penelanjangan, Pemerkosaan, Pengeroyokan
Eksploitasi Citra Anak Bawah Umur
Penyimpangan Kebinatangan
Menyetubuhi Mayat
dan semua ini mudah diakses bahkan oleh anak-anak. Tidak hanya melalui situs terlarang di balik VPN.
Namun sudah menjadi bagian dari forum dan algoritma sosial media, bahasan group chat..
..dan tentu saja komoditas dari industri hiburan. Pada film, serial, dan musik populer.
Kegilaan ini eksis karena demand dari massa yang kian terkikis moralitasnya. Disfungsi kemanusiaan tadi. Standar pemenuhan hasrat didorong semakin ekstrem menembus ambang kekejian
Tentu biasanya, orang-orang seperti inilah yang menyalurkan syahwatnya lewat kata-kata kotor dan pelecehan. Sama sekali tidak ada pembelaan atas kelakuan mereka
Namun bukan berarti para pemancingnya bersih dari salah. Memangnya apa tujuan tubuh yang berharga itu dipamerkan sebegitunya di ruang umum?
Tidakkah cukup validasi dari sosok terdekat?
Kenapa kita biarkan dan bahkan dukung media ...
Apakah kita benar peduli kepada yang kita idolakan
Apa langkah yang kita ambil untuk mencegah kemungkaran ini
Tidakkah yakin kepada janji balasan atas ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa?
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya.
Demikian itu lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka perbuat.
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat.
Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.
Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan.
Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.