Pemahaman Brief Klien
Pemahaman Brief Klien
Mengumpulkan
Pengumpulan Aset dan Informasi
Berikut adalah daftar referensi yang semakin banyak terkumpul maka semakin berguna agar tidak mengira-ngira:
Website / Landing Page
Brosur / Flyer
Sales Kit
Media Sosial
Artikel / Press Release
Render 3D Eksterior
Render 3D Interior
Panorama 360 Aerial
Panorama 360 Interior
Foto / Video
Logo-logo
Font
Brand Guideline / Moodboard
Master Plan
Site Plan
Floor Plan
Brief Khusus Video
Target Pemirsa
Spesifikasi
Target Demografi
Ras, Negara, Umur, Agama, dst
Status Sosioekonomi
Tujuan (1st Home, 2nd, Invest, etc)
Target Distribusi
Durasi
Aspect Ratio
Resolusi
Referensi Int./Ext.
Narasi Y/N
Dari seluruh dokumen dan materi promosi yang diberikan klien. Kita dapat mengetahui atau menyimpulkan poin komersil seperti APA yang dijual, SIAPA calon pembelinya, dan MENGAPA produk yang dijual tepat bagi mereka
Berikut langkah-langkahnya:
Unique Selling Points atau poin keunggulan produk yang menjadi daya tarik utama bagi calon pembeli atau membedakan dari pesaing sekitar umumnya ditemukan dari Website atau Brosur, maka berikut lah yang perlu ditekankan dalam pembuatan video promo
Jika disederhanakan terdapat 5 kategori utama:
a) Lokasi, menentukan akses dan koneksi, misalnya
Tengah Kota Kuala Lumpur
5 Menit ke Lebuhraya X
100 Meter dari Stasiun LRT
Dekat Sekolah Internasional
Mall, Rumah Sakit, Golf Course
b) Bangunan, dari bentuk hingga fungsi, misalnya
Landed / High-Rise / Shoplot / Warehouse / ...
Ceiling Tinggi 4.2 Meter
Denah Open Layout
Dual Key, 3 Bedrooms
c) Fasilitas komunal dan pribadi, misalnya
Private Clubhouse
EV Charging Station
Panel Surya
Keamanan Gated and Guarded
d) Legalitas, misalnya
Hak Milik Freehold
Area Komersil
Zona Industri
e) Reputasi, misalnya
Developer alias Pengembang Ternama
Integrated Township Terkemuka
Low-Density Eksklusif
Calon Pembeli adalah demografi yang harus direpresentasikan sebaik mungkin agar merasa kebutuhan atau keinginannya bisa terpenuhi oleh produk yang ditawarkan, sebagaimana jika ingin menjual rumah untuk warga Nigeria, tidak cocok menggunakan video dengan subjek dari Swedia
Berikut aspek yang perlu diperhatikan;
a) Alamat Geografis mempersempit target pasar, dimulai dari radius terdekat lokasi proyek, misalnya;
Kuala Lumpur, Cheras, Subang mungkin menyasar pasar domestik Malaysia
Johor Bahru, Kedah, Perlis berada di perbatasan. Berpotensi menarik pembeli/investor dari Singapura atau Thailand.
Penang, Langkawi, Kuching adalah kawasan pariwisata, pusat ekspatriat, dan industri ekspor. Mungkin diminati investor asing maupun pembeli rumah kedua.
b) Etnis dan Kepercayaan umumnya dibiarkan netral tanpa menonjolkan atribut adat, agama atau gaya hidup khusus. Namun terkadang ada indikator seperti;
Melayu / Muslim: Penggunaan penuh Bahasa Melayu, istilah Mesra Muslim, Tanah Rizab Melayu, atau kuota Bumi Lot
Chinese Malaysian: Kedekatan dengan SJK(C) alias Sekolah Kebangsaan Cina, kuil Tionghoa, pusat bisnis Chinese
Ekspatriat / Asing: Properti high-end di atas RM 1 Juta, program MM2H (Malaysia My Second Home), kawasan Global Business Services (GBS), atau investasi asing
c) Kelas Sosial Ekonomi (SES) umumnya tidak tercantum secara terang-terangan, namun penampilannya harus disesuaikan secara proporsional. Hindari menggunakan subjek berpakaian kasual sederhana untuk properti luxury, atau gaya yang terlalu formal untuk properti menengah kebawah
Tujuan Pembelian adalah motivasi seseorang untuk membeli suatu properti, berikut adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan
a) Usia atau fase hidup cukup berpengaruh pada gaya hidup, misalnya;
20-29 tahun
Awal karir dekat pusat bisnismobilitas tinggi dengan kendaraan umum atau personal (as in motor, lcgc), fasilitas co-working, gymnasium, another
30-49 tahun
Puncak karir/bisnis, kenyamanan keluarga, estetika rumah, lingkungan yang aman, dan fasilitas anak
50 tahun keatas
Tempat pensiun, ketenangan, gaya hidup sehat, jalan-jalan sore di taman, tatanan aksesibel (wheelchair/ramp friendly)
b) Struktur Keluarga berpengaruh pada ukuran dan tatanan yang dibutuhkan;
Tipe Studio / 1–2 Bedrooms / SOHO
Profesional muda, solo leveling, mahasiswa, pasangan baru menikah
Tipe 3–4 Bedrooms / Landed (Terrace/Semi-D)
Keluarga inti, berkembang, anak balita, usia sekolah, hingga remaja
Tipe Dual-Key / Bungalow
Keluarga besar 3 generasi dari kakek nenek hingga cucu bahkan ART
c) Rumah Hunian pun belum begitu saja, masih ada pembagian berikutnya;
Tempat Tinggal Sendiri / Utama
Mencari kenyamanan, kehangatan seperti di ruang keluarga, tetangga/komunitas kondusif, fasilitas harian seperti balkon dan taman
Investasi / Penyewaan / Passive Income
Demand berdasarkan lokasi, penyewa seperti pekerja, nilai aset seiring kawasan berkembang. Fasilitas smart lock, serviced units, ....
Rumah Singgah / Liburan
Resort lifestyle, pemandangan, fasilitas spa/clubhouse, akses dari bandara, suasana santai jauh dari hiruk pikuk
c) Bisnis atau komersil adalah jenis penggunaan lain;
Customer facing
-
The opposite, like manufacture, warehouse
-
Jadikan gambar bangunan yang disediakan sebagai acuan dan kerangka video. Adegan-adegan yang disusun oleh Editor pada alur di atas akan bermulai, berakhir, atau bersandingan dengan gambar-gambar tersebut
Berikut langkah-langkahnya:
Ambil gambar acuan dari klien
Contoh:
a) Playground (day)
b) Living Room (night)
Mulai mencari di Envato dan Magnifik dengan formula sederhana
Subjek + Tempat
Contoh:
a) Asian kids in playground
b) Muslim Malay family in dining room
Uji kecocokan visual setiap video, nilai apakah cukup selaras jika bersebelahan dengan gambar acuan tadi. Tidak perlu akurat asalkan tidak mencolok perbedaannya. Gunakan insting, namun idealnya
Perhatikan:
Kecerahan
a) Kesesuaian posisi matahari seperti siang atau sore terutama outdoor
b) Pencahayaan interior di dalam ruangan
Latar belakang
a) Langit, gedung, pemandangan di belakang
b) Warna dinding, lebar jendela, desain
Elemen lain
a) Vegetasi seperti jenis pohon tropis atau subtropis
b) Keselarasan objek seperti perabot dan dekorasi
Kumpulkan video-video yang lolos uji kecocokan, buat collection
Lanjutkan pencarian dengan formula lain untuk menambah opsi variasi, atau jika hasil dari percobaan pertama belum memuaskan misalnya
Subjek + Aktivitas/Latar
a) Asian kids playing outdoor
b) Muslim family dinner
Subjek/Aktivitas + Framing
a) Kids running tracking
b) Muslim friends close up
Objek yang relevan
a) Children bicycle
b) Muslim food on table
c) Curtain blown by wind, alias gorden tertiup angin mungkin sebagai pengisi transisi antara kamar tidur ke luar rumah, dengan catatan jenis tirai serupa
d) Shoe rack front door, alias rak sepatu pintu depan mungkin sebagai pengisi transisi dari luar menuju dalam rumah
e) Butterfly flower, alias kupu-kupu bunga bisa digunakan untuk membangun suasana dan mood yang ingin dihubungkan dengan konsep properti
Simpan video yang lolos ke koleksi
Untuk scene yang tidak klien sediakan gambar acuan sebagai referensi, misalnya sudut pandang udara (aerial) yang menggambarkan lokasi kawasan properti, visualisasi infrastruktur sekitar seperti jalan raya dan stasiun kereta, hingga tempat sekitar seperti mall, rumah sakit, dan titik rekreasi.
Berikut tahapnya
Ambil aspek yang perlu dibahas, contohnya:
a) Alamat di Subang Jaya, Petaling, Selangor
b) Dekat Stasiun MRT Semantan
Mulai pencarian sederhana dengan menulis apa adanya atau paling dasarnya
a) Subang Jaya
b) Semantan MRT Station
Lakukan riset visual mendasar, seperti
a) Buka alamat di maps, perhatikan infrastruktur dan pemandangan sekitar. Visual dalam video semakin presisi maka semakin baik
b) Cari gambar stasiun tersebut, perhatikan arsitekturnya, pastikan judul videonya sesuai dengan aslinya
Jika sudah menemukan hasil yang memuaskan, simpan. Jika belum, perluas pencarian:
a) Lanjutkan dengan mencari Petaling, kemudian jika masih belum, Selangor. Paling tidak jangan pilih video dengan pemandangan Twin Tower yang jelas Kuala Lumpur
b) Browsing jenis-jenis kereta yang beroperasi di stasiun tersebut. Perhatikan bentuk dan warnanya. Bisa mencari video yang menampilkan kereta yang itu, bukan jenis lain seperti LRT atau KTM
Untuk opsi variasi atau jika masih belum menemukan visual yang tidak jelas-jelas bertolak belakang dengan kenyataan, perluas pencarian secara kreatif:
a) Misal gambaran aerial kota sulit didapat, bisa mengambil infrastruktur seperti jalan raya, flyover, atau pemandangan yang masih mirip secara visual
b) Misal jenis kereta yang tepat tidak ada, cari video netral seperti hanya menunjukkan rel dari pov depan kereta, pegangan (hand strap) bergelantungan, atau gerakan pintu otomatis
c) Andai perlu menggambarkan lokasi dekat jembatan tertentu seperti Suramadu namun tidak ketemu, bisa misalnya pakai shot Penang Bridge dari sudut tertentu yang sekilas mirip
d) Menggambarkan Mall terdekat, sulit menemukan yang tepat, bisa browsing penampilan luar atau dalamnya. Bisa diperhatikan skalanya, jika nyatanya kecil jangan gunakan video Dubai Mall
e) Misal perlu menggambarkan gaya hidup sekitar, seperti dekat lapangan golf bisa gunakan close up seperti bola masuk lubang atau aerial rumput hijau lapang yang relatif relevan
Catatan tambahan
Jangan langsung mengeliminasi stok video hanya karena terdapat sedikit ketidaksesuaian visual.
Bayangkan apakah klip tersebut dapat diperbaiki menggunakan fitur editing dasar seperti pada aplikasi galeri atau sosial media.
Contohnya:
Crop / Zoom dapat dilakukan jika ada objek yang mengganggu di sudut gambar
Kecerahan & Warna bisa disesuaikan dalam batas wajar agar selaras dengan gambar acuan
Perpanjangan durasi seperti slow motion dan pemotongan dapat dilakukan secara jika ada momen tidak sesuai
Peran-peran
Subkontraktor
Memahami brief & mood proyek
Berburu & menyaring stok video/grafis
Menjaga logika kontinuitas dasar
Memastikan akurasi budaya & demografi
Menyusun folder koleksi yang rapi
Editor
Menyusun setelan teknis timeline
Pemotongan adegan (cutting) & penyesuaian pacing
Penyelarasan warna (color grading & LUTs)
Pemotongan ulang bingkai (cropping & reframing)
Penataan musik, efek suara (SFX) & teks layar
PRINSIP PERSIAPAN VIDEO PROMO PROPERTI
Mulai dengan mengumpulkan aset dan arahan dari klien
Teknis: Durasi, aspect ratio, resolusi
Mood: dari Brosur, Website, sales kit
Luxury? Family friendly?
Selling Point:
Lokasi, desain, layout, fasilitas
Aset: Logo, Gambar Bangunan
Request Khusus:
like what?
maybe adegan khusus, pingin ada keluarga berjalan ke masjid, ada camping, dst
Plot
baik dilakukan di awal, tapi seringkali juga bergantung pada stok yang tersedia, dan akan terus beradaptasi di setiap langkah
namun alangkah baiknya sudah ada bayangan sekiranya bagaimana runtutan awal hingga akhir videonya, dan apa saja adegan yang diperlukan
paling mudah dibayangkan secara kronologis, misalnya dari pagi hingga sore
seperti kehidupan resident yang dimulai dengan menyeduh kopi, berolahraga, bekerja, sekolah, dst
tidak lupa untuk mempertimbangkan lifestyle target demographics sebagaimana yang dinilai di atas
andai runtutannya akan dibuat kompleks nantinya, minimal dengan ini sudah terkumpul adegan apa saja yang bisa digunakan
untuk bagian ini mungkin tidak semua karyawan melakukannya, bisa lanjut ke langkah selanjutnya
Kontinuitas
Jadikan gambar bangunan yang disediakan sebagai milestone, stepping stone, kerangka dari video
Adegan-adegan di atas akan bermulai, berakhir, atau bersandingan dengan gambar-gambar tersebut
Maka
contoh2 all kinds of scenarios
beberapa ambil dari bahasan tadi
Akurasi
Jadikan lokasi, spesifikasi, dan ... sebagai referensi untuk beberapa scene
Misal kereta, gini
Misal budaya disana begini, ya gini, jangan gitu
Gaya hidup,
all the external additions huh
kalo yang inside kaya ikut kontinuitas aja, ya ga?
Emosi
Paling relevan untuk kaya graphics and stuff, branding adalah tentang emosi
Tapi kepake juga untuk ekspresi subjek video
Apalagi
Envato dan Freepik
Buat akun, buat collection untuk save
BERPIKIR SEPERTI EDITOR
Yaitu intinya adalah tentang video yang bersebelahan
Jika kita diberi gambar bangunan dengan langit siang, maka untuk menemukan video yang cocok untuk disandingkan dengannya, maka carilah waktu yang serupa atau mendekati
Ketahui editing dasar
Cropping, jika ada objek yang tidak cocok, bayangkan apa bisa di crop misalnya hanya terlihat di pojok frame maka video masih bisa dipertimbangkan
Warna, jika sulit menemukan pencahayaan atau waktu yang serupa, bayangkan apakah bisa digunakan jika kecerahan diubah, atau kehangatan, dst
No.1 People Shots
LATAR
Berdasarkan mindset diatas, perhatikan latar subjek berada,
Lighting, waktu dan kondisi and etc
Background, tidak cocok jika mempromosikan apartemen modern, namun jelas terlihat stok video yang digunakan berlatarkan gubuk kayu
Tapi tidak harus sempurna sama pula, asalkan jika ditaruh bersebelahan bisa dipercaya kalau di satu tempat
RAS
Untuk kebanyakan proyek video promo, targetnya adalah orang asia secara umum
Gunakan keyword "Asian" "Malay" "Southeast Asian"
Paling banyak stok yang tersedia adalah dengan penampilan Chinese
Namun wajah-wajah Indonesia, Thailand, dst masih bisa ditolerir
Gunakan judgement
Terkadang di request subyek muslim, gunakan keyword "Malay Muslim" "Asian Muslim" "Indonesian Muslim"
Terkadang di request subyek lain, "Indian" "Chinese"
UMUR
Tanpa tambahan keyword spesifik maka biasanya hasilnya adalah umur paling rendah 25 hingga paling tinggi 50
Seringkali di request keluarga besar "Multigenerational family" "Big family" "Grandparents" "Grandchildren"
Tidak jarang perlu cari video anak-anak "Children" "Kid" "Boy/Girl" "Son/Daughter" "Teenager"
AKTIVITAS
Mungkin hanya menuliskan profil dan latar tidak cukup
Bayangkan kreatif aktivitas yang dilakukan
Misalnya sulit mendapatkan video anak-anak menggunakan ayunan
Bisa menggunakan video anak kecil meniup gelembung di outdoor
CATATAN UMUM
Usahakan semua subyek berpenampilan relatif menarik, "enak dilihat"
Perhatikan ekspresi yang dibuat, apakah gembira, apakah natural
Sinematografi profesional semakin baik
No.2 Filler Shot
Close up, bisa digunakan untuk b roll estetik, atau lebih praktisnya saat kesulitan menemukan wide shot yang sesuai
Misalnya fokus ke alat makan untuk adegan ruang makan atau dapur
Misalnya video gorden terhempas angin di tengah transisi dari adegan luar ke dealam atau sebaliknya
Aerial, sulit mendapatkan video yang persis diambil di titik pembangunan proyek
Untungnya seringkali lebih dimanfaatkan untuk menggambarkan konektivitas, akses, infrastruktur, dst
Usahakan cari rekaman dari area sekitar, kecamatan atau kota yang sama masih relatif bisa ditolerir
Terkadang bahkan bisa menggunakan dari negara lain jika penampilan infrastruktur mirip, atau tidak terlihat landmark yang jelas tidak relevan dengan daerah aslinya
Misal untuk menggambarkan lokasi dekat suramadu, bisa menggunakan video jembatan Penang dari sudut tertentu
Establishing, or idk b roll in general
Video kereta untuk menggambarkan proyek dekat dengan stasiun misalnya, perhatikan stasiun apa yang dimaksud
Jangan gunakan video shinkansen jika yang dimaksud adalah stasiun KRL
Atau video ____ untuk menggambarkan dekat dengan ____
Jangan
No.3 Graphics
Background, dari yang abstrak seperti bentuk-bentuk geometris hingga
Template, lower third, pertimbangkan konsep proyek yang dikerjakan. Jika luxury maka stylenya berbeda dengan
Animation, icon amenities seperti rumah sakit dsb, icon tambahan seperti website atau telepon
Overlay, light flare, light leak, berguna untuk membuat gambar statis lebih dinamis, atau transisi